Pemetaan Persebaran dan Proyeksi Demam Berdarah di Wilayah Kerja Puskesmas Mungkid 2022

Authors

  • Zahwa Laila Primadesi Politeknik Negeri Jember
  • Muhammad Yunus Politeknik Negeri Jember
  • Ervina Rachmawati Politeknik Negeri Jember
  • M. Choirur Roziqin Politeknik Negeri Jember

DOI:

https://doi.org/10.47134/rmik.v2i1.1904

Keywords:

Demam Berdarah, Demam Dengue, Double Exponential Smoothing, Pemetaan, Peramalan

Abstract

Demam berdarah merupakan penyakit akut yang disebabkan oleh infeksi virus nyamuk Aedes aegypty serta albocatus betina. Pada 2020 Puskesmas Mungkid melaporkan 73 kasus, 2021 sebanyak 20 kasus, dan 158 kasus pada 2022. Dengan adanya peningkatan, maka diperlukan pengendalian dan pencegahan yang dilakukan dengan pemetaan dan peramalan. Penelitian ini bertujuan menyajikan pemetaan persebaran DB di wilayah kerja Puskesmas Mungkid 2022 serta peramalan kasus DB pada 2023. Jenis penelitian yang digunakan adalah RnD dengan research menggunakan kuantitatif deskriptif pada forecasting dan development dengan implementasi yang memanfaatkan ArcMap untuk memetakan persebaran DB. Data yang diperoleh berupa 158 laporan kasus, serta peta digital wilayah kerja Puskesmas Mungkid. Analisis data menggunakan ArcMap untuk pemetaan dan forecasting menggunakan SPSS metode ARIMA. Hasil penelitian ini adalah kasus tertinggi di Mungkid dengan 25 kasus, jenis kelamin perempuan lebih tinggi dengan 85 kasus, anak-anak mendominasi dengan 73 kasus, hasil peramalan tertinggi menggunakan ARIMA 5.1.5 yakni pada Januari dengan 15 kasus. Dapat disimpulkan daerah dengan kasus tinggi saling berdekatan, didominasi perempuan, lebih sering terjadi pada anak-anak, kasus DD lebih banyak terjadi, dan hasil peramalan menujukkan tren naik. Penelitian selanjutnya untuk menggunakan lebih dari satu metode forecasting dan melihat faktor lain dengan lebih mendetail.

References

[1] M. R. Ramadhan, M. Amanulloh, and E. Krisdayanti, “Metode Survei Kepadatan Jentik Nyamuk Aedes dengan Pengukuran Density Figure,” J. Penelit. Perawat Prof., vol. 1, no. 1, pp. 109–114, 2019

[2] World Health Organization, Comprehensive Guidelines for Prevention and Control of Dengue and Dengue Haemorrhagic Fever Revised and expanded edition. WHO Regional Office for South-East Asia, 2011.

[3] D. A. Megawaty and R. Y. Simanjuntak, “Pemetaan Penyebaran Penyakit Demam Berdarah Dengue Menggunakan Sistem Informasi Geografis pada Dinas Kesehatan Kota Metro,” Explor. J. Sist. Inf. dan Telemat., vol. 8, no. 2, 2018

[4] C. S. Lutz et al., “Applying infectious disease forecasting to public health: A path forward using influenza forecasting examples,” BMC Public Health, vol. 19, no. 1, pp. 1–12, 2019

[5] R. K. Singh et al., “Prediction of the COVID-19 pandemic for the top 15 affected countries: Advanced autoregressive integrated moving average (ARIMA) model,” JMIR Public Heal. Surveill., vol. 6, no. 2, pp. 1–10, 2020.

[6] A. Sutriyawan and Suherdin, “Gambaran Epidemiologi dan Kecenderungan Penyakit Demam Berdarah Dengue di Kota Bandung,” Semin. Nas. LPPM UMMAT, vol. 1, pp. 365–374, 2021.

[7] A. Leliana, V. Imandita, A. Puspitasari, and N. F. Apriliani, “Pemetaan Pola Persebaran Kecelakaan Pada Perlintasan Sebidang Di Jawa Timur,” J. Tek. Sipil, vol. 09, no. 01, pp. 56–62, 2023

[8] Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: IKAPI, 2016.

[9] L. P. Sinambela, Metodologi Penelitian Kuantitatif: Teoretik dan Praktik. Depok: Rajawali Pres, 2021.

[10] S. V. Natasya and R. M. Awangga, Membuat Analisis Komparatif ARIMA & Prophet Pada Peramalan Penjualan. Bandung: Penerbit Buku Pedia, 2023.

[11] K. M. Ningrum and Jumadi, “Analisis Sebaran Spasial Tingkat Kejadian Penyakit Demam Berdarah Dengue Dengan Metode Kernel Density di Kecamatan Depok Tahun 2019,” Universitas Muhammadiyah Surakarta, 2020.

[12] W. J. Chen, “Dengue outbreaks and the geographic distribution of dengue vectors in Taiwan: A 20-year epidemiological analysis,” Biomed. J., vol. 41, no. 5, pp. 283–289, 2018.

[13] Z. F. Ahmad, N. S. Mongilong, L. Kadir, and S. S. I. Nurdin, “Perbandingan Manifestasi Klinis Penderita Demam Berdarah,” Indones. J. Pharm. Educ., vol. 3, no. 1, pp. 143–154, 2023.

[14] S. Sangkaew et al., “Risk predictors of progression to severe disease during the febrile phase of dengue : a systematic review and meta-analysis,” Lancet Infect. Dis., vol. 21, no. 7, pp. 1014–1026, 2021.

[15] C. M. Warnes, E. Santacruz-sanmart, F. B. Carrillo, and I. D. Velez, “Surveillance and Epidemiology of Dengue in Medellin, Colombia from 2009 to 2017,” Am. Soc. Trop. Med. Hyg., vol. 104, no. 5, pp. 1719–1728, 2021.

[16] D. A. I. Dewi, A. A. O. Lely, and S. A. Aryastuti, “Gambaran Faktor Risiko Penyakit Demam Berdarah Dengue pada Anak di Wilayah Kerja Puskesmas Tabanan I Berdasarkan data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia pada tahun di Provinsi Bali mengalami peningkatan Wilayah Kerjas Puskesmas Tabanan I pada Puskes,” Aesculapius Med. J., vol. 3, no. 1, pp. 25–31, 2023.

[17] I. Jayani and C. Fadilah, “Status Gizi Berhubungan dengan Derajat Klinik Infeksi Dengue Hemorrhagic Fever (DHF),” Nurs. Sci. J., vol. 1, pp. 1–10, 2019.

[18] Badan Pusat Statistik Kab. Magelang, “Kecamatan Mungkid dalam Angka 2022,” vol. 1, pp. 1–156, 2023.

[19] C. P. Juwita, “Variabilitas Iklim dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue di Kota Tangerang,” Gorontalo J. Public Heal., vol. 3, no. 1, p. 8, 2020.

[20] D. Komaling, O. J. Sumampouw, and R. C. Sondakh, “Determinan Kejadian Demam Berdarah Dengue di Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2016-2018,” J. Public Heal. Community Med., vol. 1, no. 1, pp. 57–64, 2020.

Downloads

Published

2023-03-28

How to Cite

Zahwa Laila Primadesi, Muhammad Yunus, Ervina Rachmawati, & M. Choirur Roziqin. (2023). Pemetaan Persebaran dan Proyeksi Demam Berdarah di Wilayah Kerja Puskesmas Mungkid 2022. Jurnal Rekam Medik & Manajemen Informasi Kesehatan, 2(1), 1–10. https://doi.org/10.47134/rmik.v2i1.1904

Issue

Section

Articles